Monday, June 18, 2007

A Special Man...

There's a special man in the world
Whose heart is full of love;
Whose soul is overflowing with courage and strength;
Whose hands are gentle;
Whose arms are warm;
Whose eyes bespeak caring and understanding;
Whose words lend courage and inspiration;
and whose every action says, "I love you."
I call him "Dad"
and I'm grateful for him.
Taken from www.passionup.com

Tiada

Ketika cinta tlah pergi dari jiwa
Terbanglah bahagia dari raga
Tersembunyi sayang di hati
Hilang senyum di bibir
Terkubur tawa bersama cerita lama

Hanya duka… lara…
Dan nestapa… menyapa
Memeluk air mata yang menetes
Dari pelupuk mata

Pelangi

I.....Kau bagai pelangi
Begitu indah

Namun teramat tinggi

I..... Sinarmu begitu terang
Seterang bintang di langit kelam
Silaukan akalku, butakan mataku
Membuatku murtad
Lupa akan segala kesetiaan


I .....Kapan kau ijinkan aku
Menembus cakrawala mejikuhibiniu

Who Is He?

Who is he……
The one who’ll fill my days with his laughter
Who will make my heart beating faster every time his name is called
Whose heart will stole my heart
Whose hand will hold me tight in his arms
And wipe my tears when I cry
Whose eyes will always shine on love to me
And see me warmly with his love
Whose mouth will always sing a love song to me
and say my name passionately
Whose ears will always hear my sorrow
Whose face will always come into my dreams
Whose breath will I breathe in
Who will always make me smile and happy
Who will drown me in the ocean of love
Who will fly with me to heaven
Who……???

Thursday, June 14, 2007

Kasihku Hanya Untukmu

Kukenal kau saat damba menerpa
Ada yang mengganjal, terselip di relung hati
Seakan mengusik diri yang dahaga
Ingin meraih mimpi dalam angan, namun…
Hadir bayang-bayang merah muda
Kemudian merenggut segala kemabukan
Untuk mengusik khayalan

Hadirmu bagai mentari yang selalu memberikan kehangatan
Akan tetapi kau pergi kala petang datang menjelang
Namun kehangatanmu selalu meninggalkan kenangan
Yang mungkin tiada pernah kau sadari
Akh, aku begitu menikmatinya

Untukmu belahan jiwa
Nanti, bila saatnya tiba ku tak ingin kau bekap segala asa
Tapi tuangkanlah sgala asmara
Untuk menggapai nirwana
Kemudian kita kan bersama mengukir mimpi
Melalui cerianya hari esok yang selalu kita miliki
Untuk merangkai sgala asa dan cita cinta kita

Asa…

Satu rasa yang menggolora di dalam sukma
Untuk menggapai cita dan cinta

Rindu…

Rasa yang biru di dalam kalbu
Menggebu ingin selalu bertemu

Cinta…

Lima huruf dalam satu kata
Kini kuingin merasakannya

Questions to Uncertainty

Yesterday I had some questions to uncertainty
I wondered why anxiety comes around?
What does loneliness do
So that it makes me feel lonely?
How peaceful disappear?
Where the certainty hide? And
Who will pick happiness up?

What do I care?
Why do I have to worry?
If the sun will shine brightly tomorrow
If the hope will fulfil it’s promises
If I’m still alive…

Warna Cinta

Cintaku putih,  
Rinduku biru
Menggebu dalam ungu 
Terpuruk di romantisme merah jambu
Membara dalam merah menyala
Tenggelam keabadian hitam
Dalam harap yang hijau
Akan kebanggaan kuning jingga 
Marahku terperah darah 
Dalam cemberut yang coklat
Akan keraguan abu-abu 
Maaf pembaca, sayang……Catnya habis

Hadirmu

Bagai sang mentari yang terbit di kala pagi
Begitu kau hadir di hidupku
Berikan kehangatan dan sesekali sengatan
Panaskan hasrat dari dinginnya jiwa
Lumerkan bekunya hati dari ketakutan
Akan menguapnya asmara di hati

Kau datang padaku
Seperti sang malam yang hadir gantikan sang pagi
Perlahan… bawa kesunyian, keheningan
Tenangkan gundah jiwa
Dibawah temaram sinar rembulan
Mencumbu hati tuk jatuh dipelukan
Mengajakku tuk terlelap dalam rimba pesonamu
Berkelana bersama menuju nirwana

Bagai ombak bergulung menyisir tepi pantai
Sosokmu mengalir pasti
Di dalam aliran darahku

Padamu

Kubisikkan rinduku pada Sang Bayu
Dan berharap kan disampaikannya padamu

Kutitipkan cintaku pada Sang Sungai
Berharap kan dibawanya menuju muara hatimu
Kan mengalir semakin jauh…
Kemudian tenggelam dan menyelam
Dalam samudra cintamu

Kupintakan kasihmu pada Sang Mentari
Kuingin sinarnya kan terangi jalanku
Hangatkan jiwaku
Cairkan bekunya hati

Kuserahkan asaku pada Sang Malam
Dengan harap ku kan ditemaninya
Dihantarkanku pada Sang Mimpi
Disampaikanku padamu:
Dimana kudapati bahagiaku disampingmu
Dimana kutemukan hasratku denganmu
Dimana terusaikan rinduku padamu
Dimana terbalaskan cintaku olehmu

Harapku, inginku, asaku, hasratku:
KAMU

Ketika

Ketika aku berlari dari angan
Menyusuri hutan kebimbangan
Pohon-pohon berlarian
Seakan tertawa mengejekku
Terbahak-bahak menertawakan
Kedunguanku

Ketika kucoba menekuri hari-hari kita
Mataku berusaha tuk merayapi suasana
Kulihat ada mendung menggayut di sana
Larut terkungkung dalam hari-hari lalu
Yang telah kita lewati

Ketika aku makin terpuruk dalam kerinduan
Tak ada sepotong katapun yang terlontar
Yang kurasa hanyalah…
Ada sesuatu yang memanas di pelupuk mata
Kristal-kristal bening mencoba menyeruak
Lewat sudut mata yang hampa

Ketika aku telah terdampar di pulau cintamu
Yang penuh duri dan semu
Ku hanya mampu:
Merenungkanmu……

Rindu Pada Yang Hampa

Dikala angin bergerak gelisah
Hatiku menjerit, meraung-raung
Berteriak ingin berteduh dalam sorot matamu
Untuk mengadukan semua kekecewaan hati
Menumpahkan beban kehidupan
Yang terasa berat dipunggung
Saling membagi perasaan
Yang terhalang embun di sudut mata

Tapi kenyataannya…
Jurang terlalu jauh menganga
Tak mampu menyatukan kita
Meski keinginan itu
Terus menggedor hatiku
Untuk selalu terlelap dalam pelukanmu

Betapa perih kurasa…
Bukan karena luka di raga,
Tetapi raga yang tiada jumpa
Dan lebih dari itu
Luka itu kian menganga
Jauh di lubuk hati
Sakit dan memilukan

Ketika Tlah Pergi

Ketika kasih yang kurindu
Dan cinta yang kudamba
Tlah pergi dari hidupku

Akulah duka nestapa
Akulah sedih
Akulah air mata
Akulah kecewa
Akulah kegagalan
Akulah keburukan
Akulah kemalangan

Tiada bahagia bersama
Tiada tawa dalam canda
Tiada kesuksesan yang tercapai
Tiada kebaikan di diri
Tiada sayang yang membayang 
Tiada cinta terasa


 June 11th, 2004

Sesal

Ada sesal,
Menyeruak dari dalam dada
Ingat ketololanku waktu itu
Memberikan seluruh hatiku
Serahkan sgala cintaku : padamu

Namun ternyata…
Matamu buta
Hatimu binasa

: tak tahu diberi cinta suci
May 2nd, 1999

Rindu

Ketika rindu mengharu biru
Khayalku mengingat senyummu
Menusuk…
Merayu…
Mencumbu…Menyeruak segala nafsu

SMOSA

Kau beda dari sgala yang pernah kujumpa
Tak pernah tebarkan pesona
Tak pernah dendangkan cinta

Kau begitu kaku…
Lugu…

Kau hanya senyum ketika kurayu
Kau hanya diam saat kucumbu
: aku ragu

Anganku terhempas
Cintaku kandas
Diammu musnahkan sgala asaku 
May 2nd, 1999

Untuk Yang Tercinta

Ketika kutorehkan tinta ini
Aku tak berharap
Kau sambut ungkapan rasa
Kemudian kau petikkan aku bintang
Dan kau tahtakan beribu permata

Cukup saja
Kau beri aku harap
Untuk mengarungi samudra asa
Bersama bayang merah jingga
Agar tetap membara
Dalam gelegak tuak cinta

Sebab beginilah cinta:
Hanya sebuah fatamorgana

Tanya Pada Ketidakpastian

Ada tanya tentang ketidakpastian
Pada diri yang dahaga
Sedang asa kering sudah

Angan ke angan:
Kapan kau petikkan aku impian???
Zaman ke zaman:
Kapan kau bebaskan aku,
Dari belenggu kesendirian???

Dan bertaburlah gundah
Tatkala tanya tiada jawab
Ketika sepi berteman nestapa
Saat duka bersama lara
Kapan duka lara berganti suka cita???

Kucari…
Dia berlari
Kukejar…
Dia menghilang
Kemana, dimana
Ada jawab dari ketidakpastian???

Ya Rabb

Bertanya hati tentang pentingnya harapan
Adalah putus asa sebuah gambaran
Hanya Engkau harapan tanpa batas
Adalah rahmat-Mu mendahului muka-Mu

Menunggu dalam kerinduan

Menunggu merupakan suatu keindahan
Ketika diselimuti dengan kerinduan
Ada penantian…
Pengorbanan…
Keinginan…
Kekhawatiran…
Penderitaan…
Dan… harapan
Yang berkecamuk dengan segala macam perasaan di dada
August 8th, 2004

Tuesday, June 12, 2007

That Man… (Part 1)

That man loves my mother truly. 
He loves her in any breath he takes. 
He loves her like he never loved before. 
He adores my mom in anyway and takes her as she is. 
He always tries to make her smile and happy. 
He can’t bear to see tears fall over her eyes. 
He always gives his rough hand to wipe her tears away and gives his arms to hold her. 
He always sings a lovely songs for her when the night comes. 
He also loves my mother’s daughters so much. 
He tries hard to make them feel comfort and safe. 
He always convinces them that he’ll always be there for them. 
He’ll always protect them from any danger.
And of course he says that he’ll always love them sincerely ‘till the death do apart.

A Candle In The Dark

When I lost in the darkness
I didn’t know where I was
I didn’t know what to do
I didn’t know where to go

Then you came to me slowly
With your gloomy light
Opened my eyes, warmed my heart, and brighten my way
Lifted me up from the darkness
Guided me to the right way

But storm and wind estinguished you
So I lost you again
Like a mouldy wood
Has no resisting-power anymore

My candle…
Don’t you know
That I’m still waiting for your gloomy light
Guided me out of this darkness

Tuesday, June 5, 2007

A Trial

This is my first time to make a blog. I still have no idea what am I suppose to write. Maybe later, after I'm getting used to it. My curiosity and the passion of challange encourage me to try to write something. I'm not good at writing but I think I'm wrong, because I've already enjoy writting something.
See ya on my next thought.
Best Regards,
BUDA