Dikala angin bergerak gelisah
Hatiku menjerit, meraung-raung
Berteriak ingin berteduh dalam sorot matamu
Untuk mengadukan semua kekecewaan hati
Menumpahkan beban kehidupan
Yang terasa berat dipunggung
Saling membagi perasaan
Yang terhalang embun di sudut mata
Tapi kenyataannya…
Jurang terlalu jauh menganga
Tak mampu menyatukan kita
Meski keinginan itu
Terus menggedor hatiku
Untuk selalu terlelap dalam pelukanmu
Betapa perih kurasa…
Bukan karena luka di raga,
Tetapi raga yang tiada jumpa
Dan lebih dari itu
Luka itu kian menganga
Jauh di lubuk hati
Sakit dan memilukan
Hatiku menjerit, meraung-raung
Berteriak ingin berteduh dalam sorot matamu
Untuk mengadukan semua kekecewaan hati
Menumpahkan beban kehidupan
Yang terasa berat dipunggung
Saling membagi perasaan
Yang terhalang embun di sudut mata
Tapi kenyataannya…
Jurang terlalu jauh menganga
Tak mampu menyatukan kita
Meski keinginan itu
Terus menggedor hatiku
Untuk selalu terlelap dalam pelukanmu
Betapa perih kurasa…
Bukan karena luka di raga,
Tetapi raga yang tiada jumpa
Dan lebih dari itu
Luka itu kian menganga
Jauh di lubuk hati
Sakit dan memilukan
No comments:
Post a Comment