Betapa berharganya nasehat orang-orang besar yang bijak. Betapa tinggi nilainya pengalaman orang-orang yang sukses dalam hidup. Betapa mahalnya pelajaran dari para ahli yang profesional dibidang hubungan sosial. Sebagian kecil dari nasehat, pengalaman dan pelajaran itu disarikan dalam uraian berikut ini. Khusus bagi Anda yang punya kemauan untuk menjadi seorang Pribadi yang lebih baik, Pribadi yang disukai.
1. ROYALLAH DALAM MEMBERIKAN PUJIAN
Pujian itu seperti air segar yang bisa menawarkan rasa haus manusia akan penghargaan. Dan kalau Anda selalu siap membagikan air segar itu kepada orang lain, Anda berada pada posisi strategis untuk disukai oleh orang lain. Bukalah mata lebar-lebar untuk selalu melihat sisi baik pada sikap dan perbuatan orang lain. Lalu pujilah dengan tulus. Pujian yang tulus keluar dari hati dengan tujuan menghargai orang lain, menyenangkan hatinya dan mendorong semangatnya.
2. BUATLAH ORANG LAIN MERASA DIRINYA SEBAGAI ORANG PENTING
Tunjukkan dengan sikap dan ucapan bahwa Anda menganggap orang lain itu penting. Misalnya, jangan biarkan orang lain menunggu terlalu lama, katakanlah maaf atas keterlambatan atau kesalahan Anda, tepatilah janji, bersikaplah ramah, dsb.
3. JADILAH PENDENGAR YANG BAIK
Kalau bicara itu perak dan diam itu emas, maka pendengar yang baik lebih mulia dari keduanya. Pendengar yang baik adalah pribadi yang dibutuhkan dan disukai oleh semua orang.
Berilah kesempatan kepada orang lain untuk bicara, ajukan pertanyaan dan buat dia bergairah untuk terus bicara. Dengarkanlah dengan antusias, dan jangan menilai atau menasehati bila tidak diminta.
4. USAHAKANLAH UNTUK SELALU MENYEBUTKAN NAMA ORANG DENGAN BENAR
Umumnya orang tidak suka bila namanya disebut secara salah atau sembarangan. Nama adalah milik berharga yang bersifat sangat pribadi. Kalau ragu, tanyakanlah bagaimana melafalkan dan menulis namanya dengan benar. Misalnya, orang yang dipanggil “Wilyem” itu ditulisnya “William”, “Wiliam” atau “Wilhem”? Sementara bicara, sebutlah namanya sesering mungkin. Menyebut “Andre” lebih baik dibandingkan “Anda”. “Pak Peter” lebih enak kedengarannya daripada sekedar “Bapak”. Begitupun “Irma” lebih suka disebut namanya daripada dipanggil “Mbak”.
5. BERSIKAPLAH RAMAH
Keramahan memecahkan kebekuan dan kekakuan suasana. Keramahan membuat orang lain merasa diterima dan dihargai. Keramahan membuat orang lain merasa betah di dekat Anda. Keramahan merupakan daya tarik yang disukai orang lain.
6. BERMURAH HATILAH
Anda tidak akan menjadi miskin karena memberi dan tidak akan kekurangan karena berbagi. Seorang yang sangat bijak pernah menulis, ‘Orang yang murah hati berbuat baik kepada dirinya sendiri’. Dengan demikian kemurahan hati disatu sisi baik buat Anda, dan disisi lain berguna bagi orang lain. Orang yang murah hati lebih mudah diterima dan dihargai dibandingkan orang yang egois, pelit dan hanya ingin diberi.
7. HINDARI KEBIASAAN MENGKRITIK, MENCELA ATAU MENGANGGAP REMEH
Semua itu menyerang lansung ke pusat harga diri dan bisa membuat orang mempertahankan diri dengan sikap yang tidak bersahabat. Ingatlah bahwa umumnya orang tidak suka kelemahannya diketahui oleh orang lain, apalagi diserang.
8. BERSIKAPLAH ASERTIF
Orang yang disukai bukanlah orang yang selalu berkata ‘Ya’, tetapi orang yang bisa berkata ‘Tidak’ bila diperlukan. Sewaktu-waktu bisa saja prinsip atau pendapat Anda berseberangan dengan orang lain. Anda tidak harus menyesuaikan diri atau memaksa mereka menyesuaikan diri dengan Anda. Jangan takut untuk berbeda dengan orang lain. Yang penting perbedaan itu tidak menimbulkan konflik, tapi menumbuhkan sikap pengertian. Bagaimanapun sikap asertif selalu lebih dihargai dibandingkan sikap ‘Yesman’.
9. APA YANG ANDA INGIN ORANG LAIN PERBUAT KEPADA ANDA
Perlakuan apapun yang Anda inginkan dari orang lain yang dapat menyukakan hati, itulah yang harus Anda lakukan terlebih dahulu, Anda harus memulai mengambil inisiatif. Bagi sebagian orang tampaknya tidak mungkin untuk mengorbankan keinginan diri sendiri dan memberikannya kepada orang lain. Namun itulah harga yang harus dibayar untuk menjadi pribadi yang disukai.
10. CINTAILAH DIRI SENDIRI
Mencintai diri sendiri berarti menerima diri apa adanya, menyukai dan melakukan apapun yang terbaik untuk diri sendiri. Ini berbeda dengan egois yang berarti mementingkan diri sendiri atau egosentris yang berarti berpusat kepada diri sendiri. Semakin Anda menyukai diri sendiri, semakin mudah Anda menyukai orang lain, maka semakin besar peluang Anda untuk disukai orang lain. Dengan menerima dan menyukai diri sendiri, Anda akan mudah menyesuaikan diri dengan orang lain, menerima mereka dengan segala kekurangan dan keterbatasannya, bekerjasama dengan mereka, dan menyukai mereka. Pada saat yang sama Anda memancarkan pesona pribadi yang disukai orang lain.
Friday, August 15, 2008
Monday, December 10, 2007
20 LANGKAHMEMBANGUN RASA PERCAYA DIRI
RASA PERCAYA DIRI SANGAT PENTING BAGI KEBAHAGIAAN DAN SUKSES ANDA
Ketika Anda memiliki rasa percaya diri, maka Anda akan tahu bagaimana caranya harus hidup. (Goethe)
Ketika Anda memiliki rasa percaya diri, maka Anda akan tahu bagaimana caranya harus hidup. (Goethe)
Rasa Percaya Diri adalah Kunci Rahasia Pertama dari sukses seseorang. (Ralph Waldo Emerson)
Langkah-langkah membangun rasa percaya diri :
1. Ingatlah untuk selalu bersikap wajar. Hindari sikap yang dibuat-buat, pura-pura, over acting, atau mencari perhatian.
2. Perhatikan sikap tubuh Anda. Hindari sikap yang berkesan malas, loyo dan tidak bergairah. Belajarlah dari bintang-bintang film di televisi. Anda pasti bisa menilai perbedaan sikap orang yang PD dan yang kurang PD.
3. Ketika bicara, perhatikan nada suara. Usahakanlah untuk melafalkan setiap kata dengan jelas, tidak menggumam, mendesis atau berbisik. Selain itu pandanglah mata lawan bicara, jangan menunduk atau memandang ke arah lain.
4. Biasakanlah mengucapkan kata “terima kasih” dengan mantap dan tulus.
5. Bersikaplah tegas. Jangan berkata ‘ya’ pada saat hendak mengatakan ‘tidak’. Menjadi yesman mungkin aman tapi tidak sehat bagi harga diri Anda.
6. Lakukanlah segera apa yang bisa dilakukan sekarang. Hindari kebiasaan menunda dengan alasan malas atau tidak suka melakukannya. Penundaan bisa menghabat perkembangan rasa percaya diri.
7. Kenalilah kelebihan, kekurangan dan kelemahan diri sendiri. Kembangkanlah potensi diri dan perbaikilah kekurangan. Terimalah kelemahan yang tidak bisa diubah, dan beranilah mengubah kelemahan yang bisa diubah.
8. Berusahalah untuk selalu tampil rapi dan bersih. You feel great when you look good. Anda akan merasa nyaman ketika Anda tampil dengan baik.
9. Berusahalah untuk memperluas wawasan dan menambah pengetahuan. Orang yang percaya diri umumnya bukan tipe katak dalam tempurung.
10. Berusahalah untuk menjadi ahli atau professional dalam bidang tertentu meskipun tidak menjanjikan popularitas. Misalnya, piawai dalam memetik gitar, ahli memperbaiki motor, fasih berbahasa Inggris, jago main tennis, dsb.
11. Bila diperlukan, jangan ragu untuk meminta bantuan orang lain. Namun berjiwa besarlah untuk menerima penolakan.
12. Hindari kebiasaan mengeluh dan menggerutu. Curahkanlah isi hati hanya kepada orang yang tepat.
13. Kendalikanlah perasaan-perasaan negatif. Jangan larut dalam perasaan sedih, frustasi, iri hati dan sakit hati. Semua itu bisa merusak rasa percaya diri.
14. Ketika membicarakan orang lain, bicarakanlah kelebihan dan kebaikannya saja, bukan kekurangan atau keburukannya. Pribadi yang percaya diri tidak merasa superior dengan cara menjelekkan orang lain, dan tidak merasa inferior karena memuji orang lain.
15. Bila memungkinkan, bantulah orang lain menyelesaikan masalahnya. Tapi bukan untuk ikut campur dalam urusannya.
16. Beranilah mengakui kesalahan, baik kepada diri sendiri maupun kepada orang lain. Jangan menutup-nutupinya.
17. Beranilah mencoba hal-hal baru yang menantang atau yang selama ini Anda hindari dengan alasan takut. Misalnya bicara dengan orang asing, mengikuti lomba karaoke, mengirim puisi ke majalah, bergabung dengan pecinta alam, dsb.
10. Berusahalah untuk menjadi ahli atau professional dalam bidang tertentu meskipun tidak menjanjikan popularitas. Misalnya, piawai dalam memetik gitar, ahli memperbaiki motor, fasih berbahasa Inggris, jago main tennis, dsb.
11. Bila diperlukan, jangan ragu untuk meminta bantuan orang lain. Namun berjiwa besarlah untuk menerima penolakan.
12. Hindari kebiasaan mengeluh dan menggerutu. Curahkanlah isi hati hanya kepada orang yang tepat.
13. Kendalikanlah perasaan-perasaan negatif. Jangan larut dalam perasaan sedih, frustasi, iri hati dan sakit hati. Semua itu bisa merusak rasa percaya diri.
14. Ketika membicarakan orang lain, bicarakanlah kelebihan dan kebaikannya saja, bukan kekurangan atau keburukannya. Pribadi yang percaya diri tidak merasa superior dengan cara menjelekkan orang lain, dan tidak merasa inferior karena memuji orang lain.
15. Bila memungkinkan, bantulah orang lain menyelesaikan masalahnya. Tapi bukan untuk ikut campur dalam urusannya.
16. Beranilah mengakui kesalahan, baik kepada diri sendiri maupun kepada orang lain. Jangan menutup-nutupinya.
17. Beranilah mencoba hal-hal baru yang menantang atau yang selama ini Anda hindari dengan alasan takut. Misalnya bicara dengan orang asing, mengikuti lomba karaoke, mengirim puisi ke majalah, bergabung dengan pecinta alam, dsb.
18. Jangan memberi gelar konyol kepada diri sendiri. Dan jangan mau juga ditempel gelar konyol oleh orang lain. Misalnya: si ceking, si gembrot, si tuyul, dsb.
19. Nikmatilah hidup. Tenangkanlah pikiran yang kacau, lepaskanlah beban dan raihlah kegembiraan. Carilah aktifitas yang menyenangkan. Misalnya berenang, baca novel, nonton, mancing, atau apa saja yang Anda senangi.
20. Bayangkanlah diri Anda sebagai pribadi yang percaya diri, dan bersikaplah sebagai orang yang percaya diri, lama kelamaan Anda akan benar-benar lebih percaya diri.
20. Bayangkanlah diri Anda sebagai pribadi yang percaya diri, dan bersikaplah sebagai orang yang percaya diri, lama kelamaan Anda akan benar-benar lebih percaya diri.
Rasa percaya diri bukan karunia tetapi hasil dari upaya yang terus-menerus untuk membangunnya. (nymph)
taken from any sources
Tuesday, December 4, 2007
MY INDONESIA
My Indonesia
A country of countries
Beautiful and full of ambience
Nostalgic when away
My Indonesia
A colony of diversity
The home of Nature God
A frequency of natural events part of life
My Indonesia
rich and ever green lands
a land of mountains sky high
All floating on top of waters
My I ndonesia
The home of religion and culture
The home of art symbolic of Budha and Hindu
A land of temples and ghosts
My Indonesia
The inner of people explicit
People with smiles,love and tolerance
The home of sweet and hot food
Oh,My Indonesia
A country of best brains
Who welded the collections into one whole
Oh,how i love you......
A country of countries
Beautiful and full of ambience
Nostalgic when away
My Indonesia
A colony of diversity
The home of Nature God
A frequency of natural events part of life
My Indonesia
rich and ever green lands
a land of mountains sky high
All floating on top of waters
My I ndonesia
The home of religion and culture
The home of art symbolic of Budha and Hindu
A land of temples and ghosts
My Indonesia
The inner of people explicit
People with smiles,love and tolerance
The home of sweet and hot food
Oh,My Indonesia
A country of best brains
Who welded the collections into one whole
Oh,how i love you......
Written by Gibriel Badjie from The Gambia-West Africa
Thursday, August 23, 2007
APAKAH “GRAMMAR” ITU?
Banyak orang yang mempelajari bahasa Inggris merasa kesulitan dengan grammar. Mereka menganggap bahwa grammar membuat mereka tambah pusing, stess dan takut. Bahkan ironisnya meskipun sudah mempelajari bahasa Inggris bertahun-tahun, masih saja ada yang belum mengerti apa itu grammar.
Grammar adalah sistem dari sebuah bahasa. Terkadang ada yang menterjemahkan grammar sebagai “aturan” dari sebuah bahasa; tetapi pada kenyataannya bahasa tidak mempunyai aturan. (Kecuali bahasa yang ditemukan seperti bahasa Esperanto. Dan jika Esperanto dibicarakan secara luas, maka aturan-aturannya akan menjadi sangat berbeda). Jika kita menggunakan kata “aturan”, sangat dianjurkan apabila orang tersebut menciptakan aturan terlebih dahulu dan baru kemudian berbicara dengan bahasa tersebut, seperti sebuah permainan baru. Tetapi bahasa tidaklah dimulai dengan cara demikian. Bahasa dimulai ketika orang mengeluarkan suara yang terangkai dalam kata-kata, frasa dan kalimat-kalimat. Semua bahasa yang ada di dunia terus berkembang seiring berjalannya waktu. No commonly-spoken language is fixed. Namun apa yang kita sebut grammar hanyalah sebuah refleksi sederhana dari sebuah bahasa pada suatu waktu tertentu.
Apakah kita perlu mempelajari grammar untuk mempelajari sebuah bahasa? Jawaban singkatnya adalah “tidak”. Banyak orang dari berbagai negara yang bisa “berbicara” sendiri, khususnya bahasa ibunya tanpa mempelajari grammarnya terlebih dahulu. Anak-anak mulai berbicara bahkan sebelum mereka tahu kata grammar. Tetapi jika Anda ingin mempelajari sebuah bahasa asing secara serius dan sungguh-sungguh, maka jawaban panjangnya dalah “YA, karena dengan mempelajari grammar dapat membantu Anda untuk mempelajari sebuah bahasa secara lebih cepat dan lebih efisien.” Sangat penting bagi Anda untuk memahami bahwa grammar sebagai sesuatu yang dapat membantu Anda, seperti halnya seorang kawan. Ketika Anda memahami bahwa grammar atau sistem dari suatu bahasa tersebut, Anda dapat memahami banyak hal dengan sendirinya, tanpa bertanya pada guru atau melihat buku.
Jadi, mulailah berpikir bahwa grammar adalah sesuatu yang baik, positif dan sesuatu yang dapat Anda gunakan untuk menemukan jalan Anda – seperti halnya petunjuk jalan atau sebuah peta. Dengan demikian tidak ada lagi kata takut, stress, dan pusing ketika Anda mempelajari bahasa Inggris.
Thursday, July 19, 2007
MEMBENTUK SIKAP MENTAL POSITIF
Para ahli psikologi telah membuktikan bahwa kualitas hidup seseorang sangat dipengaruhi oleh sikap mentalnya. Orang yang mempunyai sikap mental negatif, cenderung menarik hal-hal yang negatif terjadi dalam hidupnya. Sebaliknya, orang yang mempunyai sikap mental positif, menarik hal-hal yang positif. Bila Anda ingin lebih bahagia, lebih sejahtera dan lebih berhasil, Anda perlu mengembangkan sikap mental yang positif. Bagaimana caranya? Uraian berikut ini akan menunjukkan kiat-kiat yang sudah terbukti dan teruji.
1. Berusahalah untuk selalu melihat sisi POSITIF di balik setiap situasi yang negatif. Ambillah hikmah di balik setiap musibah, carilah berkah di balik setiap masalah, petiklah pelajaran di balik setiap kegagalan. Dengan menemukan hal-hal POSITIF, Anda tidak akan dikalahkan oleh situasi yang negatif. Misalnya, anggaplah kegagalan sebagai sukses yang tertunda. Anggaplah hambatan-hambatan sebagai tantangan bukan ancaman. Jadikan kondisi sakit sebagai momen untuk mulai menghargai dan memelihara kesehatan.
2. Temukanlah sikap, kebiasaan atau keyakinan yang bersifat negatif. Sadarilah betapa semua itu sangat berpotensi merusak kehidupan dan kepribadian. Lalu, ubahlah dengan sikap, kebiasaan atau keyakinan yang bersifat POSITIF. Misalnya, kebiasaan menunda diganti dengan kebiasaan bertindak, sikap mudah putus asa diganti dengan sikap pantang menyerah, keyakinan bahwa masa depan suram diganti dengan keyakinan bahwa masa depan pasti cemerlang bila kita mempersiapkannya dengan baik.
3. Milikilah keyakinan bahwa untuk setiap masalah selalu ada jalan keluarnya. Tentu saja keyakinan itu sendiri tidak akan menyelesaikan masalah, namun keyakinan itu bisa membuat Anda lebih efektif dalam mengatasi masalah.
4. Biasakanlah mengatakan kebenaran yang POSITIF kepada diri sendiri. Tidak perlu menyangkal seakan-akan situasi yang negatif itu tidak ada. Akuilah dengan jujur keadaan sebenarnya, namun kalahkanlah dengan pernyataan yang POSITIF. Misalnya, “Hari ini saya memang gagal, tetapi besok pasti lebih baik”, “Ujian ini memang berat, tetapi saya pasti bisa lulus”, dsb.
5. Milikilah perbendaharaan kata-kata POSITIF sebanyak mungkin, dan royallah mengucapkannya. Misalnya, “Saya gembira”, “Saya tidak akan menyerah”, “Saya optimis akan berhasil”, dsb. Ingatlah selalu bahwa kata-kata yang diucapkan itu sangat mempengaruhi kehidupan Anda. Kata-kata yang negatif merusak kehidupan, sebaliknya kata-kata yang POSITIF membangun kehidupan yang berkualitas.
6. Carilah atmosfir POSITIF dan hiruplah sebanyak mungkin. Bergaullah dengan orang-orang yang berpikiran POSITIF, bijaksana dan berwawasan luas. Bacalah buku-buku atau artikel yang memotivasi Anda untuk maju. Kalau memungkinkan, rajinlah menghadiri seminar-seminar mengenai kepribadian dan pengembangan diri.
7. Waspadalah terhadap polusi negatif dari orang lain. Betapapun displinnya Anda menjaga pikiran, Anda tetap bisa terkontaminasi oleh kata-kata negatif yang diucapkan oleh orang lain kepada Anda. Misalnya, “Sudahlah, itu mustahil!”, “Kamu tidak akan berhasil”, “Hidup ini sulit”, “Krismon ini membuat kita miskin”, dsb. Jangan biarkan polusi dari luar itu merusak pikiran POSITIF Anda. Tangkallah dengan pernyataan yang POSITIF baik diucapkan maupun hanya di dalam hati. Ingat poin nomor 4.
8. Waspadalah terhadap munculnya perasaan negatif yang bisa merusak. Diantaranya: rasa putus asa, frustasi, depresi, benci, iri hati, dsb. Cobalah temukan penyebabnya dan akuilah dengan jujur , kemudian kendalikanlah dengan pikiran POSITIF. Misalnya, rasa iri hati bila ditelusuri mungkin bersumber dari perasaan tidak mampu pada diri sendiri. Dan itu seharusnya memacu kita untuk meningkatkan kemampuan. Rasa frustasi dan depresi mungkin akibat kekecewaan yang berakumulasi. Cobalah menetralisir dengan mencari hiburan, refresing, dsb.
9. Perkuatlah pikiran yang POSITIF dengan perbuatan-perbuatan POSITIF. Sebagai contoh: olahraga pagi adalah tindakan POSITIF dibandingkan bermalas-malasan di tempat tidur, berpenampilan rapih lebih POSITIF dibandingkan dengan penampilan seadanya, bergaul lebih POSITIF daripada mengurung diri di rumah, bermain musik atau membaca lebih POSITIf dibandingkan melamun, dsb.
10. Biasakanlah mengucapkan syukur dengan sungguh-sungguh. Bukti-bukti menunjukkan bahwa ada kekuatan di balik ucapan syukur. Orang-orang yang bisa mensyukuri hidup adalah orang-orang yang dapat lebih menikmati hidup karena bagi mereka hidup adalah anugerah yang luar biasa. Bila Anda mengalami kesulitan untuk mengucapkan syukur, kunjungilah teman yang sedang dirawat di rumah sakit, mampirlah ke Panti Asuhan atau Rumah Jompo. Nanti Anda bisa mulai mensyukuri kehidupan dan kesehatan yang tidak ternilai harganya.
11. Percayalah dan serahkanlah seluruh hidup Anda kepada Tuhan. Ini adalah langkah utama untuk dapat membentuk sikap mental POSITIF. Hubungan yang baik dengan Tuhan akan membuat Anda merasa damai sejahtera. Dengan hati yang sejahtera, Anda dapat hidup lebih tenang, lebih realistis, dan lebih POSITIF. (nymph)
7. Waspadalah terhadap polusi negatif dari orang lain. Betapapun displinnya Anda menjaga pikiran, Anda tetap bisa terkontaminasi oleh kata-kata negatif yang diucapkan oleh orang lain kepada Anda. Misalnya, “Sudahlah, itu mustahil!”, “Kamu tidak akan berhasil”, “Hidup ini sulit”, “Krismon ini membuat kita miskin”, dsb. Jangan biarkan polusi dari luar itu merusak pikiran POSITIF Anda. Tangkallah dengan pernyataan yang POSITIF baik diucapkan maupun hanya di dalam hati. Ingat poin nomor 4.
8. Waspadalah terhadap munculnya perasaan negatif yang bisa merusak. Diantaranya: rasa putus asa, frustasi, depresi, benci, iri hati, dsb. Cobalah temukan penyebabnya dan akuilah dengan jujur , kemudian kendalikanlah dengan pikiran POSITIF. Misalnya, rasa iri hati bila ditelusuri mungkin bersumber dari perasaan tidak mampu pada diri sendiri. Dan itu seharusnya memacu kita untuk meningkatkan kemampuan. Rasa frustasi dan depresi mungkin akibat kekecewaan yang berakumulasi. Cobalah menetralisir dengan mencari hiburan, refresing, dsb.
9. Perkuatlah pikiran yang POSITIF dengan perbuatan-perbuatan POSITIF. Sebagai contoh: olahraga pagi adalah tindakan POSITIF dibandingkan bermalas-malasan di tempat tidur, berpenampilan rapih lebih POSITIF dibandingkan dengan penampilan seadanya, bergaul lebih POSITIF daripada mengurung diri di rumah, bermain musik atau membaca lebih POSITIf dibandingkan melamun, dsb.
10. Biasakanlah mengucapkan syukur dengan sungguh-sungguh. Bukti-bukti menunjukkan bahwa ada kekuatan di balik ucapan syukur. Orang-orang yang bisa mensyukuri hidup adalah orang-orang yang dapat lebih menikmati hidup karena bagi mereka hidup adalah anugerah yang luar biasa. Bila Anda mengalami kesulitan untuk mengucapkan syukur, kunjungilah teman yang sedang dirawat di rumah sakit, mampirlah ke Panti Asuhan atau Rumah Jompo. Nanti Anda bisa mulai mensyukuri kehidupan dan kesehatan yang tidak ternilai harganya.
11. Percayalah dan serahkanlah seluruh hidup Anda kepada Tuhan. Ini adalah langkah utama untuk dapat membentuk sikap mental POSITIF. Hubungan yang baik dengan Tuhan akan membuat Anda merasa damai sejahtera. Dengan hati yang sejahtera, Anda dapat hidup lebih tenang, lebih realistis, dan lebih POSITIF. (nymph)
Monday, June 18, 2007
A Special Man...
There's a special man in the world
Whose heart is full of love;
Whose soul is overflowing with courage and strength;
Whose hands are gentle;
Whose arms are warm;
Whose eyes bespeak caring and understanding;
Whose words lend courage and inspiration;
and whose every action says, "I love you."
I call him "Dad"
and I'm grateful for him.
Whose heart is full of love;
Whose soul is overflowing with courage and strength;
Whose hands are gentle;
Whose arms are warm;
Whose eyes bespeak caring and understanding;
Whose words lend courage and inspiration;
and whose every action says, "I love you."
I call him "Dad"
and I'm grateful for him.
Taken from www.passionup.com
TIADA
Ketika cinta tlah pergi dari jiwa
Terbanglah bahagia dari raga
Tersembunyi sayang di hati
Hilang senyum di bibir
Terkubur tawa bersama cerita lama
Hanya duka… lara…
Dan nestapa… menyapa
Memeluk air mata yang menetes
Dari pelupuk mata
Terbanglah bahagia dari raga
Tersembunyi sayang di hati
Hilang senyum di bibir
Terkubur tawa bersama cerita lama
Hanya duka… lara…
Dan nestapa… menyapa
Memeluk air mata yang menetes
Dari pelupuk mata
Subscribe to:
Posts (Atom)